March 4th, 2012 — 5:03pm
Stok coklat Monggo saya habis. Kalau berdasar teori Nurlela yang menyatakan bahwa jika marshmellow-nya sudah menipis saatnya pulang ke ibukota, berarti jika coklat saya ludes – saya mesti pulang ke kampung. Padahal coklat yang cuma selembar seukuran iphone itu sudah saya irit-irit semenjak dua bulan lalu. Dua bulan? Wah sudah lama juga saya tidak melihat mall dan peradaban.
Namanya juga tuntutan pekerjaan buruh yang baru diterima. Sudah cuti belum punya, juga tidak bisa seenaknya minta tugas ke luar kota. Kadang iri juga sama Joko Buras yang jarang lembur tapi dinas makmur. Terus Dadan Galau yang meteran kunjungan luar kotanya lancar sentosa. Belum Koh Lono yang rutin dapat panggilan. Apalagi Nurlela yang bisa sekali anjangsana bisa sampai dua minggu. Saya kan juga pengen merasakan keluar dari hutan dengan nyaman dan tenteram. Pulang ke pulau seberang.
Continue reading »
Comment » | Uncategorized
March 1st, 2012 — 2:19am
Coba dulu saya tidak bertemu dengan spesies-spesies unik, langka nan menyesatkan macam Joko, Sukiman dan Mardi, pasti saya bisa berkontribusi mengharumkan nama sekolah di dunia persilatan tanah air melalui karya-karya saya yang fenomenal. Ya meskipun tidak sejago Jupri dalam mempraktekkan jurus-jurus, saya yakin bisa meningkatkan harkat dan martabat sekolah.
Eh, memangnya saya sekolah silat? Ceritanya bakalan panjang dan membosankan. Kalau ndak niat mending jangan baca.
Continue reading »
Comment » | Uncategorized
February 5th, 2012 — 12:16pm
Selamat malam sahabatku, apakah kamu masih mengenalku? Atau barangkali kamu telah melupakanku, menempatkan namaku pada buku telepon usang masa lalu yang kamu tumpuk bersama butir-butir yang kamu sebut masa kelam – sedang aku menamakannya kenangan.
Iya, aku tidak akan menyalahkanmu atas semua itu. Karena aku tau kita sempat bisa berjalan beriringan namun tidak ada langkah yang bersambutan. Kita pernah saling mengisi sementara di satu saat kita menikam berkelahi. Friksi yang kita jumpai : perbedaan persepsi tentang edelweis merbabu ataupun keras kepala pada senyap Danau Taman Hidup. Iya, kamu memang berhak melampiaskannya padaku. Tapi entah aku masih saja suka untuk bercerita padamu. Tentang dua perempuan yang hadir dalam hidupku, pun tentang seorang lelaki yang habis waktunya.
Continue reading »
Comment » | Uncategorized
February 4th, 2012 — 9:43pm
Ada satu waktu dimana seorang perempuan harus melepaskan sauhnya, menambat biduk yang sedang dilayari. Menepi dari luasnya samudra yang telah memberikan begitu banyak angin, ombak dan fatamorgana yang senantiasa singgah melenakan pandangan. Sudah saatnya bagi perempuan untuk menyurutkan sampan.
Waktu untuk sang perempuan, menaiki perahu yang telah dipilih di ujung senja dermaga. Bertolak dari semenanjung ini mengarungi warna gelombang dunia : berdua, bersama tentunya dengan seseorang yang dipilih sang perempuan untuk menjaga kemudi perahu yang dilayari cinta. Belajar untuk mengayuh berdua melintasi samudra luas yang akan menyimpan beribu buih dan guruh yang mencekam saat prahara datang serta berjuta harmoni dan kebahagiaan sebagai balasan atas kegigihan. Menyelaraskan layar dan kemudi dengan satu jangkar yang dipunya.
Continue reading »
Comment » | Uncategorized
October 1st, 2011 — 6:58pm
“Apa istimewanya hari ini?”
“Tidak ada, kecuali hujan yang membasahi pagi. Mengisi sumur-sumur yang telah lama tak terairi. Atau karena hari ini anak sekolah melaksanakan upacara memperingati peristiwa tigapuluh september dinihari? Ah barangkali istimewa karena buruh-buruh sepertiku mendapat gaji.”
Aku tidak pernah berpikir bahwa hari pertama di bulan ke sepuluh merupakan hari yang istimewa. Tidak ada yang kunantikan tentang waktu ini. Dulu, dua tahun lalu dan sebelumnya, aku menikmati ketika kotak masuk menjadi penuh oleh pesan-pesan singkat dari setiap kontak yang ada di telepon genggamku. Ketika jabatan tangan dan pelukan hangat yang menyapa ketika bertemu kawan dan sahabat. Barangkali jika aku memiliki akun jejaring sosial aku akan senang membaca berpuluh atau beratus ucapan penuh cita dan cinta. Tapi itu bukanlah hari yang istimewa. Karena sebagian dari mereka tidak melihat tanggal satu bulan sepuluh di kalender, mereka hanya mendengar bahwa seseorang merayakan peristiwa mengulang tahun pada hari itu.
Continue reading »
1 comment » | Uncategorized