Kontemplasi V

February 5th, 2012 — 12:16pm

Selamat malam sahabatku, apakah kamu masih mengenalku? Atau barangkali kamu telah melupakanku, menempatkan namaku pada buku telepon usang masa lalu yang kamu tumpuk bersama butir-butir yang kamu sebut masa kelam – sedang aku menamakannya kenangan.

Iya, aku tidak akan menyalahkanmu atas semua itu. Karena aku tau kita sempat bisa berjalan beriringan namun tidak ada langkah yang bersambutan. Kita pernah saling mengisi sementara di satu saat kita menikam berkelahi. Friksi yang kita jumpai : perbedaan persepsi tentang edelweis merbabu ataupun keras kepala pada senyap Danau Taman Hidup. Iya, kamu memang berhak melampiaskannya padaku. Tapi entah aku masih saja suka untuk bercerita padamu. Tentang dua perempuan yang hadir dalam hidupku, pun tentang seorang lelaki yang habis waktunya.

Continue reading »

Comment » | Uncategorized

Just Happy

February 4th, 2012 — 9:43pm

Ada satu waktu dimana seorang perempuan harus melepaskan sauhnya, menambat biduk yang sedang dilayari. Menepi dari luasnya samudra yang telah memberikan begitu banyak angin, ombak dan fatamorgana yang senantiasa singgah melenakan pandangan. Sudah saatnya bagi perempuan untuk menyurutkan sampan.

Waktu untuk sang perempuan, menaiki perahu yang telah dipilih di ujung senja dermaga. Bertolak dari semenanjung ini mengarungi warna gelombang dunia : berdua, bersama tentunya dengan seseorang yang dipilih sang perempuan untuk menjaga kemudi perahu yang dilayari cinta. Belajar untuk mengayuh berdua melintasi samudra luas yang akan menyimpan beribu buih dan guruh yang mencekam saat prahara datang serta berjuta harmoni dan kebahagiaan sebagai balasan atas kegigihan. Menyelaraskan layar dan kemudi dengan satu jangkar yang dipunya.

Continue reading »

Comment » | Uncategorized

Keping 6

October 1st, 2011 — 6:58pm

“Apa istimewanya hari ini?”
“Tidak ada, kecuali hujan yang membasahi pagi. Mengisi sumur-sumur yang telah lama tak terairi. Atau karena hari ini anak sekolah melaksanakan upacara memperingati peristiwa tigapuluh september dinihari? Ah barangkali istimewa karena buruh-buruh sepertiku mendapat gaji.”

Aku tidak pernah berpikir bahwa hari pertama di bulan ke sepuluh merupakan hari yang istimewa. Tidak ada yang kunantikan tentang waktu ini. Dulu, dua tahun lalu dan sebelumnya, aku menikmati ketika kotak masuk menjadi penuh oleh pesan-pesan singkat dari setiap kontak yang ada di telepon genggamku. Ketika jabatan tangan dan pelukan hangat yang menyapa ketika bertemu kawan dan sahabat. Barangkali jika aku memiliki akun jejaring sosial aku akan senang membaca berpuluh atau beratus ucapan penuh cita dan cinta. Tapi itu bukanlah hari yang istimewa. Karena sebagian dari mereka tidak melihat tanggal satu bulan sepuluh di kalender, mereka hanya mendengar bahwa seseorang merayakan peristiwa mengulang tahun pada hari itu.

Continue reading »

1 comment » | Uncategorized

Bargaining Position

June 30th, 2011 — 9:31am

Meskipun keseringan bergaul dengan mesin-mesin sejenis komputer, telepon dan benda sekeluarganya yang tidak punya hati, toh saya ini tetaplah manusia biasa. Setidaknya butuh pengakuan dan perhatian juga. Kan teknisi juga manusia, punya rasa punya hati. Jadi jangan disamakan dengan pisau belati apalagi dipaksa sampai kerja rodi. Kami juga punya emosi.

Tapi kenyataannya memang beberapa buruh lain menganggap buruh teknisi selayaknya pisau belati. Suka minta teknisi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan semau hati. Hal-hal yang dikerjakan kadang tidak sesuai dengan gambaran yang dijanjikan semasa pendidikan. Kata Pak Bos Besar Teknisi, kami ini direkrut bukan untuk sekadar menjalankan rutinitas yang ada, tetapi untuk membuat kreasi dan inovasi. Kenyataannya? Di lapangan saya lebih sering melakukan pekerjaan di luar perkiraan. Mana sempat berkreasi dan berinovasi. Mau istirahat saja sulit. Kata Pak Bos Teknisi di lapangan sini ya saya disuruh sabar saja melakukan pekerjaan yang tidak bermutu dan kasar. Katanya lagi, banyak ilmu yang bakal didapatkan di lapangan, yang penting sabar. Saya nurut saja apa kata orang tua. Entah itu benar ataupun sekadar membesarkan hati saja.

Continue reading »

1 comment » | Uncategorized

Keping 5

April 5th, 2011 — 3:21pm

Kita bertemu terakhir sehari selepas Natal tahun lalu. Itu hampir empat purnama. Setelah menghabiskan donat Dunkin’s dan segelas kopi di kios kecil terminal dua. Pada deru mesin pesawat dan riuh ramai orang yang lalu lalang mengejar impian. Banyak yang telah aku lewatkan bukan? Entah sial atau kurang beruntung ketika aku mendapati harus jauh meninggalkanmu. Banyak yang harus aku syukuri, itu yang kusimpulkan dari nasehatmu. Tidak ada di dunia ini yang membuat kita bersedih, Hanya tentang perasaan yang kita ciptakan. Ah aku beruntung memilikimu yang selalu mengingatkanku pada segelas teh manis, semangkuk sup buah cinta dan ruang tamu.

Continue reading »

3 comments » | Uncategorized

Back to top